Mediasi Berhasil, Konflik "Selat Hormuz Sidokare" Berakhir Damai
MH dan YG yang sempat bersitegang soal penutupan jalan "Selat Hormuz Sidokare" berdamai setelah di mediasi Forkopimka setempat. (FOTO: Syaiful Bahri/TIMES Indonesia)

Mediasi Berhasil, Konflik "Selat Hormuz Sidokare" Berakhir Damai

Perselisihan penutupan jalan "Selat Hormuz Sidokare" di Sidoarjo antara warga berinisial MH dan YG berakhir damai melalui mediasi kepolisian dan perangkat desa.

TIMES Sidoarjo,Rabu 8 April 2026, 19:34 WIB
1.2K
S
Syaiful Bahri

SidoarjoDrama penutupan akses jalan di Perumahan Pondok Sidokare Asri, Sidoarjo yang sempat viral dengan julukan “Selat Hormuz Sidokare” akhirnya berujung damai. Sosok lansia berinisial MH, yang sebelumnya menutup sebagian akses jalan di Blok Y, kini telah bersepakat damai dengan tetangganya, YG.

Kesepakatan tersebut tercapai melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian bersama perangkat kecamatan dan desa setempat, Senin (6/4/2026). Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB itu berjalan kondusif dan menghasilkan penyelesaian secara kekeluargaan.

YG mengakui bahwa konflik yang sempat memanas dipicu oleh minimnya komunikasi antarwarga. Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran agar keharmonisan bertetangga tetap terjaga.

“Dengan adanya hal seperti ini, saya berharap ke depan tidak ada peristiwa serupa,” ujar YG, Rabu (8/4/2026).

Perselisihan ini bermula dari perbedaan pandangan terkait penggunaan jalan bersama di lingkungan perumahan. Aksi pemasangan palang jalan oleh MH sempat menuai protes warga karena dianggap mengganggu akses mobilitas umum.

Di sisi lain, MH menjelaskan bahwa pemasangan palang tersebut didasari alasan keselamatan anggota keluarganya. Ia ingin memastikan kendaraan yang melintas melambatkan laju saat melewati depan rumahnya.

“Palang ini saya pasang untuk keamanan cucu saya. Agar warga yang lewat pelan-pelan. Saat ada mobil, biasanya mereka turun untuk memindahkan rambu tersebut,” jelas MH.

Meski demikian, YG menilai langkah tersebut kurang tepat karena penutupan separuh jalan berpotensi menghambat pengguna jalan lain secara kolektif.

“Seharusnya jalan tersebut tidak perlu diberi rambu yang menutup separuh jalan,” tambahnya.

Sebelum mediasi dilakukan, ketegangan antara keduanya sempat meningkat. MH bahkan sempat berencana menempuh jalur hukum. Namun, rencana tersebut urung dilakukan setelah kedua belah pihak menyadari pentingnya musyawarah untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.