Candi Pari Porong, Wisata Budaya Peninggalan Majapahit di Sidoarjo
TIMES Sidoarjo/Candi Pari salah satu situs sejarah yang berada di Kecamatan Porong, Sidoarjo (FOTO: Istimewa)

Candi Pari Porong, Wisata Budaya Peninggalan Majapahit di Sidoarjo

Candi Pari di Porong, Sidoarjo merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun sekitar tahun 1371 M pada masa Raja Hayam Wuruk. Candi bata merah ini memiliki arsitektur unik dan menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

TIMES Sidoarjo,Selasa 17 Maret 2026, 02:22 WIB
65
S
Syaiful Bahri

SIDOARJODi Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terdapat sebuah situs sejarah peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang masih berdiri kokoh hingga kini, yakni Candi Pari. Candi ini berada di Dusun Candipari Wetan, Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, sekitar dua kilometer dari kawasan semburan lumpur Lapindo.

Candi Pari merupakan bangunan kuno yang diperkirakan didirikan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Angka tahun yang dahulu tertera di bagian atas gerbang candi menunjukkan 1293 Saka atau sekitar 1371 Masehi. Masa tersebut bertepatan dengan periode kejayaan Kerajaan Majapahit, ketika kerajaan itu berkembang sebagai salah satu kekuatan politik dan budaya terbesar di Nusantara.

Bangunan Candi Pari memiliki bentuk yang cukup unik dibandingkan banyak candi Hindu di Jawa. Struktur utamanya berbentuk persegi panjang dengan atap bertingkat khas arsitektur Majapahit. Seluruh bangunan tersusun dari bata merah, material yang banyak digunakan pada bangunan-bangunan era Majapahit.

Dikutip dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, candi ini memiliki panjang sekitar 13,55 meter, lebar 13,40 meter, dan tinggi sekitar 13,80 meter. Arah bangunan menghadap ke barat. Sementara pada bagian ruang atas dan bawah pintu masuk, konstruksinya menggunakan agregat yang memperkuat struktur bangunan.

Menariknya, gaya arsitektur Candi Pari tidak hanya mencerminkan tradisi lokal, tetapi juga menunjukkan pengaruh budaya luar. Sejumlah peneliti menilai bentuk dan ornamen candi ini memiliki kemiripan dengan arsitektur dari kawasan Campa di Asia Tenggara, khususnya kompleks candi di wilayah My Son yang kini berada di Vietnam. Meski demikian, karakter arsitektur Nusantara tetap terlihat kuat dalam rancangan bangunan candi ini.

Dalam kajian sejarah dan arkeologi, Candi Pari diyakini memiliki fungsi religius. Beberapa ahli berpendapat bahwa candi ini digunakan sebagai tempat pendarmaan atau penghormatan terhadap tokoh tertentu, kemungkinan berkaitan dengan sosok Joko Pandelegan yang disebut dalam sejumlah cerita lokal. Ada pula pendapat yang menyebut candi ini berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewi Sri, simbol kemakmuran dan kesuburan dalam tradisi pertanian Jawa.

Latar belakang agama Hindu pada candi ini juga dapat dilihat dari sejumlah relief dan ornamen yang ditemukan di bagian bangunan. Salah satunya adalah relief Sankhadi, yang merupakan atribut penting dalam simbol-simbol keagamaan Hindu.

Saat ini, kondisi Candi Pari relatif terawat dengan baik. Pemerintah pernah melakukan pemugaran besar pada periode 1994 hingga 1996 untuk menjaga keaslian dan kelestarian struktur bangunan. Di tengah lingkungan permukiman warga, kawasan candi kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Sidoarjo yang kerap dikunjungi wisatawan, pelajar, maupun komunitas pecinta sejarah.

Selain menjadi objek wisata budaya, Candi Pari juga sering dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan edukasi. Banyak pelajar datang untuk mempelajari arsitektur bata merah khas Majapahit sekaligus mengenal lebih dekat sejarah perkembangan peradaban di Jawa Timur pada abad ke-14.

Dengan nilai sejarah yang tinggi serta keunikan arsitekturnya, Candi Pari menjadi salah satu saksi bisu kejayaan Majapahit yang masih dapat disaksikan hingga sekarang. Di tengah perkembangan wilayah Porong yang pesat, situs bersejarah ini tetap berdiri sebagai pengingat perjalanan panjang sejarah Nusantara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.