TIMES SIDOARJO, BLITAR – Penguatan komoditas unggulan berbasis lokal kini menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Komitmen itu ditegaskan PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim, yang secara konsisten mendukung pengembangan durian lokal sebagai salah satu komoditas strategis Jawa Timur.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan memperkuat daya tahan ekonomi petani di tengah fluktuasi harga dan tantangan pasar pertanian nasional.
Kontes Durian dan Efek Berganda Ekonomi Lokal
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya, menilai kegiatan seperti Kontes Durian dan Pasar Hortikultura bukan sekadar ajang seremonial, melainkan instrumen penguatan nilai tambah komoditas.
Menurutnya, dampak kegiatan tersebut melampaui kenaikan harga jual semata. “Kontes durian menggerakkan rantai ekonomi dari hulu ke hilir, mulai petani, pedagang, hingga UMKM pengolahan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi lokal,” ujarnya.
Kontes Durian yang digelar di Kabupaten Blitar menjadi sarana promosi kualitas durian lokal agar semakin dikenal luas. Dengan peningkatan mutu dan penguatan branding, posisi tawar petani diharapkan meningkat, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Pembiayaan Ramah Petani, Sesuai Siklus Panen
Sebagai bank milik Provinsi Jawa Timur yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Bank UMKM Jatim juga menyediakan Produk Kredit Petani Jawa Timur.

Skema pembiayaan ini menyasar sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta produk olahannya, dengan suku bunga ringan 6 persen per tahun. Pola angsuran dirancang fleksibel, dapat dibayarkan setelah masa panen, sehingga lebih selaras dengan siklus usaha petani.
Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat rantai nilai komoditas unggulan sekaligus menjadi bantalan ketahanan pangan regional.
Festival Durian sebagai Identitas dan Aset Ekonomi
Sementara itu, Komisaris Bank UMKM Jatim, Dwi Ariady Kusuma, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Durian Sumber Asri di Blitar.

Ia menilai festival tersebut bukan hanya kebanggaan desa dan kabupaten, tetapi juga Provinsi Jawa Timur. “Durian bukan sekadar buah. Ia adalah identitas daerah yang mampu menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Selasa (27/1/2026).
Dwi Ariady berharap festival durian dapat digelar rutin setiap tahun agar pertumbuhan ekonomi Blitar dan Jawa Timur terus terdorong melalui peran petani durian yang konsisten menghasilkan produk berkualitas.
Ekspansi Pasar hingga Jawa Tengah
Bank UMKM Jatim juga menyatakan kesiapan mendukung perluasan pasar durian Sumber Asri. Durian unggulan dari Desa Sumber direncanakan akan dipasarkan ke Jawa Tengah melalui misi dagang Provinsi Jawa Timur pada 29 Januari mendatang.
Langkah ini mempertegas peran Bank UMKM Jatim sebagai mitra strategis pembangunan daerah—mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM di Jawa Timur. (*)
| Pewarta | : Rudi Mulya |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |