TIMES SIDOARJO, KEDIRI – Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten dan Kota Kediri. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan Jawa Timur yang berkelanjutan.
Sebanyak 26 sekolah yang diresmikan meliputi SMK Negeri 2 Kediri, SMK Negeri 3 Kediri, SMK Islam Kunjang Kabupaten Kediri, SMK Karya Wates Kediri, SMK Negeri 1 Purwoasri Kabupaten Kediri, SMK Negeri 1 Semen Kabupaten Kediri, SMKS Al Muwazanah Kediri, SMKS Muhammadiyah Ngadiluwih Kediri, SMKS Pembangunan Kandangan Kediri, SMK Al Manshurin Kediri, dan SMK Al Amien Kota Kediri.
Selain itu, revitalisasi juga dilakukan pada SLB Negeri Kandat Kabupaten Kediri, SLB Dharma Wanita Grogol Kediri, SMAN 1 Kandangan Kabupaten Kediri, SMAN 1 Pare Kabupaten Kediri, SMAN 1 Kota Kediri, SMAN 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri, SMAN 1 Grogol Kabupaten Kediri, SMAN 1 Wates Kabupaten Kediri, SMAS Muhammadiyah 1 Pare Kediri, SMA Bastren Darul Fatihin Kabupaten Kediri, SMAN 2 Kota Kediri, SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri, SMAN 1 Papar Kabupaten Kediri, SMAN 1 Gurah Kabupaten Kediri, serta SMAN 1 Purwoasri Kabupaten Kediri.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh nilai, karakter, dan mimpi generasi muda Jawa Timur yang harus dirawat bersama.

“Rehabilitasi dan revitalisasi sekolah tidak berhenti pada perbaikan fisik semata, tetapi menjadi bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.
Menurut Khofifah, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjunjung prinsip keadilan dan kemitraan pendidikan. Sekolah swasta dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Di manapun para siswa bersekolah, mereka memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak dan bermutu. Karena itu, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur,” kata Khofifah.
Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki seluruh insan pendidikan terhadap sarana yang telah dibangun. Menurutnya, di balik setiap ruang kelas yang diperbaiki, terdapat harapan orang tua, doa para guru, dan masa depan anak-anak Jawa Timur yang harus dijaga bersama.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa revitalisasi fisik sekolah harus diiringi dengan pembaruan cara mengajar, cara belajar, serta kepemimpinan di satuan pendidikan.

“Kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan, momentum ini harus menjadi penguat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran,” tuturnya.
Ia menambahkan, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah dilakukan untuk memperkuat ekosistem pembelajaran. Dengan lingkungan belajar yang lebih baik, diharapkan prestasi peserta didik dapat terus meningkat.
“Suasana belajar yang nyaman akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa. Ini merupakan bagian dari program besar peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur sesuai kewenangan Pemprov,” jelasnya.
Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas fisik sekolah harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan.
“Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengapresiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur yang sejak awal 2026 menggulirkan semangat peningkatan kinerja pendidikan melalui tema Jatim Cerdas dengan slogan Pendidikan berdampak mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga meninjau praktik ketahanan pangan sekolah di SMKN 1 Plosoklaten. Kegiatan mulai dari pengelolaan peternakan hingga budidaya tanaman produktif dengan pelibatan siswa dinilai sebagai model pembelajaran kontekstual yang membentuk kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia usaha dan industri. (*)
| Pewarta | : Rudi Mulya |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |