Career Day SMK Krian 1 Sediakan 618 Lowongan dan Kuota Khusus Disabilitas
Career Day SMK Krian 1 Sidoarjo menyediakan sekitar 190 lowongan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan calon pelamar.
SIDOARJO – Ribuan pencari kerja memadati Aula SMK Krian 1 Sidoarjo, Kamis (18/6/2026). Career Day 2026 yang digelar sekolah tersebut bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur menjadi magnet bagi para lulusan muda yang ingin segera masuk dunia kerja. Sebanyak 20 perusahaan nasional membuka 618 lowongan kerja dengan total 139 jabatan yang dapat dilamar secara langsung oleh para pencari kerja.
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 3.800 orang. Menariknya, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan sekitar 190 lowongan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan calon pelamar.
Kepala SMK Krian 1 Sidoarjo, Dhini Mekarsari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekolah untuk memastikan para alumninya memiliki akses yang lebih mudah menuju dunia kerja.
“Setiap tahun kami meluluskan sekitar 900 siswa. Karena itu, tanggung jawab kami tidak berhenti saat mereka lulus. Kami terus memfasilitasi melalui job fair maupun pekan rekrutmen dan memantau perkembangan alumni hingga tiga tahun ke depan,” ujarnya.
Dhini berharap para lulusan, khususnya angkatan 2026, memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Menurutnya, dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga karakter yang baik.
“Banyak perusahaan yang meminta tenaga kerja dengan karakter yang baik. Selain kompetensi, sikap dan etos kerja menjadi faktor penting. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi alumni untuk terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jawa Timur, Sigit Priyanto, menilai Career Day menjadi salah satu solusi efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri. Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini bukan hanya soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesenjangan informasi dan kompetensi.
“Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan otomasi industri menuntut perubahan kompetensi yang sangat cepat. Kita tidak lagi bisa hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah yang dinilai menjadi ujung tombak penyaluran tenaga kerja muda. “Sekolah tidak boleh hanya menjadi lembaga pencetak lulusan, tetapi juga harus menjadi jembatan yang mengantarkan lulusan langsung ke dunia kerja,” imbuhnya.
Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menjelaskan konsep Career Day dinilai lebih efektif dibandingkan job fair berskala besar. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, tingkat penyerapan tenaga kerja melalui Career Day bisa mencapai 20 hingga 25 persen dari total lowongan yang tersedia.
“Karena lebih tematik dan disesuaikan dengan kompetensi lulusan sekolah, tingkat penyerapannya lebih tinggi. Ini yang membuat kami terus mendorong pelaksanaan Career Day secara rutin,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak lulusan muda, termasuk penyandang disabilitas, yang dapat terserap ke dunia kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Jawa Timur maupun Kabupaten Sidoarjo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

