TIMES Sidoarjo/Anggota Forwas bersama Management Favehotel Sidoarjo saat memberi tutorial kepada Puluhan anak yatim membuat ketupat. (FOTO: dok. Forwas)

Tradisi Kupatan saat hari raya Idul Fitri perlu ditularkan kepada generasi penerus, tak terkecuali anak yatim piatu. Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) bersama Management ...

TIMES Sidoarjo,Senin 18 Maret 2024, 21:56 WIB
5.5K
R
Rudi Mulya

SIDOARJOTradisi Kupatan saat hari raya Idul Fitri perlu ditularkan kepada generasi penerus, tak terkecuali anak yatim piatu. Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) bersama Management ¹ mengelar kegiatan cara membuat ketupat sambil menunggu buka puasa dengan puluhan anak yatim di Sidoarjo.

Tradisi Lebaran Ketupat sendiri, atau Bakda Kupat merupakan simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa. Kupat adalah akronim dari Ngaku Lepat (mengakui kesalahan). Simbolisasi ini digunakan Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Jawa yang pada waktu itu masih banyak orang meyakini kesakralan dari ketupat.

article

Satu persatu, anak-anak ini diberikan 2 buah janur untuk dirangkai menjadi sebuah ketupat. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap arahan dari pemateri. 

Executive Manager Favehotel Sidoarjo, Eka Dewi Kurniawati mengatakan, selain untuk mengisi waktu berbuka puasa, sekaligus untuk memberi edukasi anak-anak agar bisa membuat ketupat.

“Kita ingin ngasih pengalaman yang berbeda untuk adek-adek ketika ngabuburit, kita ajari bikin ketupat,” kata Eka Dewi, Senin (18/3/2024).

article

Meskipun dibimbing langsung oleh pemateri yang ahli membuat ketupat, namun anak-anak ini masih kesulitan untuk merangkai janur menjadi ketupat. Bukanya membentuk janur menjadi ketupat, sebagian anak-anak ini justru menganyamnya menjadi tikar hingga pecut.

Berbeda dengan ketupat pada umumnya yang berisi beras, ketupat buatan anak berisi secarik kertas bertuliskan harapan ketika lebaran seperti mendapat baju baru, sepatu baru, hingga kemakmuran bangsa Indonesia.

“Ini tradisi yang ditunggu-tunggu saat lebaran. Agar mereka juga tahu bagaimana membuatnya dan melestarikan tradisi ketupat jelang lebaran,” imbuh Eka Dewi.

Keseruan terlihat saat anak-anak menirukan membuat ketupat. Seperti dikatakan Mutia, salah satu peserta. “Iya susah buatnya. Cara menganyamnya tidak bisa tapi saya senang sekali,” katanya polos.

Kegiatan ini sendiri sengaja di gelar oleh Forwas bersama sekumpulan warga yang ingin berbagi dengan anak-anak yatim piatu di bulan Ramadan, sekaligus melestarikan tradisi membuat ketupat kepada generasi muda agar tak punah di kemudian hari.

Setelah selesai membuat ketupat doa dan harapan, anak-anak ini langsung diajak untuk menikmati menu buka puasa bersama dengan sederhana. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rudi Mulya
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.