Cegah Kebocoran, DPRD Sidoarjo Minta Jukir Diawasi Ketat
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama Kepala Dinas Perhubungan, Budi Basuki dan Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto saat sidak jukir liar di kawasan Kecamatan Krian (FOTO: Istimewa)

Cegah Kebocoran, DPRD Sidoarjo Minta Jukir Diawasi Ketat

Dishub Sidoarjo selama periode Januari-Maret 2026 sudah menyetorkan pendapatan retribusi parkir sekitar Rp 1.022.143.000.

TIMES Sidoarjo,Kamis 23 April 2026, 14:00 WIB
524
S
Syaiful Bahri

SidoarjoDinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo terus berbenah untuk memperbaiki layanan perparkiran di kota delta setelah putus kontrak dengan PT Indonesia Sarana Servis - KSO sejak Januari 2026 lalu. 

Dishub Sidoarjo bermitra dengan juru parkir (jukir) dalam memaksimalkan pelayanan perparkiran dan pendapatan daerah. Saat ini ada sekitar 166 titik lokasi parkir mulai dari alun-alun, pasar tradisional maupun parkir tepi jalan.  

"Kita memberdayakan jukir yang ada, tidak merekrut jukir baru. karena Dishub secara SDM tidak memiliki jumlah cukup banyak untuk memungut retribusi parkir," kata Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki saat dikonfirmasi, (23/4/2026).

Budi Basuki menjelaskan bahwa petugas parkir tidak mendapatkan gaji tetap atau gaji bulanan, akan tetapi Dishub Sidoarjo menerapkan sistem imbal jasa 60:40. 60 persen untuk Dishub dan 40 persen untuk jukir. 

Ia menambahkan salah satu tujuan dari melibatkan jukir juga untuk mengurangi angka pengangguran di kota delta dan juga memaksimalkan setiap potensi pendapatan retribusi parkir. 

"Kalau jukir tidak dilibatkan akan menambah jumlah pengangguran. ketika pengangguran meningkat pasti kemiskinan juga naik, kriminalitas juga meningkat," ungkapnya. 

Di samping itu, tujuan lain dari menempatkan petugas parkir juga memberikan pelayanan kepada masyarakat supaya tertib dan nyaman. tidak mengganggu lalu lintas. Tidak membuat kemacetan.

Dishub Sidoarjo selama periode Januari-Maret 2026 sudah menyetorkan pendapatan retribusi parkir sekitar Rp 1.022.143.000. "PAD dari retribusi parkir sekitar Rp 1 miliar," ucap Budi Basuki. 

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto berharap pengelolaan parkir yang sudah kembali ditangani oleh Dinas Perhubungan menjadi lebih baik lagi. 

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan target pendapatan retribusi parkir di tahun anggaran 2026 sekitar Rp 13,5 miliar.

"Untuk biaya operasional kurang lebih Rp 1,5 miliar untuk memfasilitasi jukir, rompi jukir, tanda pengenal jukir, dan termasuk karcis," ucap Bambang.   

"Mudah-mudahan target tersebut tercapai. Dan saya minta manajemen pengelolaan parkir dikelola dengan benar. jukir-jukirnya di fasilitasi dan diawasi," ucapnya (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.