Gejala Kembali Muncul, Puluhan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Jalani Perawatan Medis
Puluhan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, kembali dilarikan ke rumah sakit akibat keluhan kesehatan yang diduga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SIDOARJO – Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Puluhan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, harus kembali mendapatkan penanganan medis setelah keluhan kesehatan mereka kambuh. Sebanyak 45 santri tercatat harus menjalani pemeriksaan di dua rumah sakit berbeda.
Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 05.00 WIB, puluhan santri tersebut tersebar di RSUD RT Notopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar.
Di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, tercatat ada 33 santri yang menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, dua santri masih harus menjalani rawat inap, sementara 31 santri lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Sementara itu, 12 santri lainnya menjalani pemeriksaan di RSI Siti Hajar dan masih berada dalam tahap observasi untuk memastikan pemulihan kesehatan mereka.
Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana Hadi, mengatakan para santri datang dengan sejumlah gejala yang mengarah pada gangguan saluran pencernaan. Keluhan yang dirasakan meliputi mual, muntah, diare, hingga tubuh terasa lemas.
“Keluhannya mual, muntah, diare, lemas. Yang dirawat dua orang,” ujarnya.
Rizqi menjelaskan, 33 santri tersebut mulai berdatangan ke RSUD RT Notopuro sejak Senin (7/9/2026). Setelah menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan medis awal, sebagian besar santri diizinkan pulang.
Para santri tersebut merupakan bagian dari kelompok yang sebelumnya sempat mengalami gangguan kesehatan dan diduga kuat berkaitan dengan konsumsi program MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Keluhan yang sempat mereda itu belakangan muncul kembali, sehingga para santri harus dibawa kembali ke rumah sakit untuk observasi lanjutan.
Bupati Sidoarjo Subandi membenarkan adanya santri yang kembali mendapatkan perawatan medis. Menurutnya, para santri tersebut kembali dibawa ke rumah sakit pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB setelah mengeluhkan gejala kesehatan serupa.
Setelah mendapat penanganan, kondisi para santri berangsur membaik dan sebagian besar telah diizinkan kembali ke pondok pesantren pada Selasa pagi.
“Alhamdulillah semua sudah aman. Tadi malam jam 23.00 dibawa ke rumah sakit, pagi ini sudah pulang semua,” kata Subandi.
Kendati demikian, berdasarkan pemutakhiran data dari RSUD RT Notopuro hingga Selasa pukul 05.00 WIB, tercatat masih ada dua santri yang harus menjalani rawat inap, sedangkan 31 santri lainnya telah dipulangkan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

