KONI Sidoarjo Bidik Dua Besar Porprov Jatim 2027, Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Atlet Berprestasi
SIDOARJO – Target besar dipasang Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sidoarjo (KONI Sidoarjo) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027.
Tak sekadar mengejar medali, KONI Sidoarjo membidik posisi dua besar sekaligus menyiapkan program pembinaan dan peningkatan kesejahteraan bagi atlet berprestasi.
Target tersebut menjadi bagian dari program kerja kepengurusan KONI Sidoarjo periode 2025-2029 di bawah kepemimpinan Muhammad Rafi Wibisono.
Program bertajuk 'Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara' menjadi visi strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga Sidoarjo dalam empat tahun ke depan.
Rafi mengatakan, pembinaan atlet akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga atlet muda. Tidak hanya kemampuan dan prestasi di bidang olahraga yang menjadi perhatian, tetapi juga kesejahteraan atlet.
“Program pembinaan berjenjang ini dilaksanakan sebagai bentuk persiapan menuju Porprov 2027,” kata Rafi.
"Bagi para atlet berprestasi, kami berkomitmen untuk mengupayakan pemberian bonus, beasiswa pendidikan, serta jaminan pengembangan karier dan kesejahteraan masa depan mereka," imbuhnya.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Karena itu, KONI Sidoarjo juga menempatkan peningkatan kualitas pelatih sebagai salah satu pilar utama program Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara.
Sebab, atlet yang memiliki kemampuan harus didukung dengan pelatih yang berkualitas agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal.
Pembinaan yang dilakukan sejak usia dini diharapkan mampu melahirkan regenerasi atlet yang kuat untuk Sidoarjo.
“Sidoarjo Juara memiliki arti bahwa KONI Sidoarjo telah memiliki target yang terukur. Seperti pada persiapan Porprov 2027 mendatang, Sidoarjo harus bisa masuk dalam urutan dua besar,” tegas Rafi.
Untuk mencapai target tersebut, KONI Sidoarjo menyadari dukungan pemerintah dan pihak lain tetap dibutuhkan.
Rafi menyebut sinergi dengan pemerintah, BUMN, BUMD hingga sektor swasta melalui program CSR menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan sekaligus kesejahteraan atlet.
“KONI tidak dapat mengupayakan pencapaian gelar juara dan kesejahteraan atlet secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi yang juga menjadi Dewan Pelindung KONI Sidoarjo meminta kepengurusan baru tidak menyia-nyiakan potensi besar yang dimiliki para atlet daerah.
Menurut Subandi, Sidoarjo merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak atlet berbakat.
Potensi tersebut harus dikelola melalui pembinaan yang serius agar bisa menjadi aset daerah sekaligus mengharumkan nama Sidoarjo di tingkat provinsi maupun nasional.
“Sidoarjo memiliki banyak atlet berbakat sehingga generasi muda diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi aset daerah yang unggul demi mengharumkan nama Sidoarjo,” kata Subandi.
Subandi menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap KONI Sidoarjo. Namun, dukungan tersebut harus diikuti komitmen kuat dari pengurus dan para atlet untuk bekerja keras mengejar prestasi.
Terlebih, tahapan persiapan menuju Porprov 2027 sudah mulai berjalan. Karena itu, diperlukan langkah strategis sejak sekarang agar target mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi Sidoarjo dapat diwujudkan.
“Keberhasilan akan tercapai melalui kolaborasi strategis. Pemberian dukungan yang saling berkelanjutan serta sinergi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan pengurus KONI,” tegasnya.
Kepengurusan KONI Sidoarjo periode 2025-2029 sendiri resmi dikukuhkan di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (13/9/2026). Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengukuhkan Muhammad Rafi Wibisono bersama jajaran pengurusnya (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

