Gubernur Khofifah dan Komandan Pasmar 2 Tanam 1200 Mangrove di Kenjeran Park
Gubernur Khofifah bersama Danpasmar 2 Mayjend Oni Junianto saat memimpin aksi bersih pantai dan tanam 1200 pohon mangrove di Kenjeran Park Surabaya, Jumat (27/3/2026) (FOTO: Pemprov Jatim for TIMES Indonesia)

Gubernur Khofifah dan Komandan Pasmar 2 Tanam 1200 Mangrove di Kenjeran Park

Gubernur Khofifah menyampaikan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan.

TIMES Sidoarjo,Sabtu 28 Maret 2026, 11:11 WIB
1K
L
Lely Yuana

SURABAYAGubernur Jatim (Jawa Timur) Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal Oni Junianto memimpin langsung aksi bersih pantai dan penanaman 1200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Surabaya pada Jumat (27/3/2026).

Mengusung semangat menjaga kelestarian kawasan pesisir, kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-25 Pasmar 2 ini menjadi simbol kuat sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah dan TNI dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, lestari dan berkelanjutan.

Gubernur Khofifah menyampaikan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Sinergi dan kolaborasi seperti hari ini adalah kunci. Tidak bisa kita bekerja sendiri-sendiri dalam menjaga lingkungan, tetapi harus bersama-sama, antara pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Khofifah.

Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, sebanyak 1.200 Bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata yang ditamam berasal dari dukungan Dinas Kehutanan Jatim Via Yayasan Gajah Sumatera. Bibit ini diambilkan dari pembibitan almarhum H. Mukarim, Nguling Pasuruan.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus terus dijaga sebagai gerakan bersama dalam merespons tantangan perubahan iklim.

"Mangrove ini memiliki manfaat luar biasa. Ia mampu menyerap karbondioksida hingga 5 kali lipat, sehingga sangat penting dalam menghadapi global warming dan perubahan iklim yang sedang kita rasakan saat ini,” katanya.

Selain itu, mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

"Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut juga hidup. Ada kepiting, ikan, dan udang. Ini akan mendekatkan sumber penghidupan nelayan, sehingga mereka tidak perlu melaut terlalu jauh karena potensi ikan bisa ditemukan di sekitar kawasan mangrove,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Pemprov Jatim terus berkomitmen dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Berbagai indikator menunjukkan bahwa Jawa Timur telah mencatatkan keberhasilan yang sangat menggembirakan. Salah satunya adalah peningkatan luas ekosistem mangrove.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur tercatat sebesar 27.221 hektare pada tahun 2021, kemudian meningkat menjadi 30.839 hektare pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 31.067 hektare pada tahun 2025.

Luas mangrove Jatim pada tahun 2025 tersebut setara dengan 47,85% luasan mangrove di Pulau Jawa.

Menurutnya, capaian ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan hasil nyata dari kerja kolaboratif berbagai pihak dalam menjaga dan merehabilitasi ekosistem mangrove.

“Di sisi lain, luas lahan kritis di Jawa Timur juga terus mengalami penurunan, yang menunjukkan semakin membaiknya kualitas lingkungan hidup di provinsi kita,” jelasnya.

Dijelaskannya, keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari berbagai gerakan yang telah kita inisiasi bersama.

Pemprov Jatim telah menggulirkan gerakan “Nandur Mangrove”, yang menjadi gerakan kolektif untuk menanam, merawat, dan menjaga mangrove sebagai benteng alami pesisir.

Selain penanaman mangrove, pada kesempatan tersebut juga dilakukan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Bersih-bersih pantai ini bukan sekadar mengikuti pesan Presiden, tetapi sudah menjadi kebutuhan kita bersama. Kita harus membangun komitmen bahwa menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga alam dan lingkungan sebagai bagian dari investasi masa depan.

"Jaga alam, jaga lingkungan. Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kehidupan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Pasmar 2 Mayor Jendral Oni Junianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas dukungan nyata dalam kegiatan tersebut, termasuk kontribusi bibit mangrove yang ditanam bersama.

"Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI AL dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” pungkasya.

Di akhir kegiatan, Gubernur Khofifah bersama Danpasmar 2 Oni meninjau langsung pameran UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-25 Pasmar 2. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.