Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp13,7 Miliar di Pamekasan, Fokus Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial senilai Rp13,76 miliar di Kabupaten Pamekasan melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan untuk pengentasan kemiskinan.
Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan dengan total nilai mencapai Rp13.760.750.000. Penyerahan bantuan ini dilakukan melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, Minggu (8/3/2026) sore tersebut, merupakan rangkaian ke-11 dari program serupa yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan adalah upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
"Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat," ujar Khofifah.
Rincian Alokasi Bantuan
Dari total bantuan Rp13,76 miliar tersebut, rinciannya meliputi Dinas Sosial Prov. Jatim Rp4.914.200.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Prov. Jatim Rp521.550.000, Bantuan Keuangan Desa (berbagai perangkat daerah) Rp8.175.000.000, dan Zakat Produktif BUMD Jatim Rp50.000.000
Secara spesifik, bantuan dari Dinas Sosial mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp3,87 miliar untuk 1.939 keluarga, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp435,6 juta untuk 121 penerima, serta bantuan KIP PPKS Jawara senilai Rp285 juta bagi 95 penerima.
Selain itu, disalurkan pula tali asih bagi pilar-pilar sosial seperti SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana dengan total Rp315,6 juta untuk 166 penerima.
Mekanisme Penyaluran Bertahap
Khofifah menjelaskan, bantuan ASPD sebesar Rp3,6 juta per tahun disalurkan dalam empat tahap. Mekanisme ini bertujuan agar proses pendampingan dan pemantauan terhadap penerima bantuan berlangsung berkelanjutan.
"Untuk ASPD, mereka mendapat Rp3,6 juta setahun yang dibagi empat kali supaya ada continuity penyapaan. Begitu juga PKH Lansia sebesar Rp2 juta per tahun yang cair setiap triwulan. Semuanya berbeda sesuai hasil assessment di lapangan," jelasnya.
Untuk sektor pemberdayaan, Dinas PMD Jatim menyalurkan program Desa Berdaya (Rp100 juta), Jatim Puspa (Rp296,5 juta untuk dua desa), bantuan BUMDes (Rp100 juta), serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten (Rp25 juta).
Adapun bantuan infrastruktur desa tersebar di beberapa dinas, termasuk Dinas PRKPCK Jatim sebesar Rp4,32 miliar untuk 23 desa dan Dinas PU Bina Marga Jatim sebesar Rp3,45 miliar untuk 26 desa.
Dukungan Infrastruktur dan Kebencanaan
Selain bansos, Pemprov Jatim menyerahkan bantuan 250 drum aspal untuk pembinaan jalan di Kabupaten Pamekasan, serta bantuan material senilai Rp100 juta bagi korban bencana angin kencang.
"Hampir semua kabupaten mengajukan perbaikan jalan di tengah musim hujan yang panjang ini. Jika itu jalan provinsi, kami yang perbaiki langsung. Namun jika jalan kabupaten atau desa, Pemprov memberikan dukungan berupa aspal. Intinya kita sharing dengan kabupaten/kota," tambah Khofifah.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim. Ia menyebut bantuan ini memotivasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warga, terutama yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Prioritas Pemkab Pamekasan saat ini adalah pengobatan penyakit serius di RS, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pengentasan kemiskinan. Kami berharap kunjungan Gubernur dan bantuan ini meringankan beban masyarakat," pungkas Kholilurrahman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



