Dosen PIAUD UNUSIDA Gandeng BRIDA Jatim Teliti Pemahaman Orang Tua tentang Stunting
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus memastikan hasilnya berdampak nyata di masyarakat.
SIDOARJO – Dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kerja sama penelitian dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur (BRIDA) Jawa Timur. Kolaborasi tersebut ditandai dengan Seminar Proposal Penelitian yang digelar di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (19/2/2026).
Seminar terbuka itu membahas proposal berjudul “Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Stunting (Kesehatan dan Gizi) pada Anak Usia Dini (4–6 Tahun) (Studi Kasus di Sidoarjo–Sumenep)”. Riset ini berfokus pada pemetaan sejauh mana orang tua memahami aspek kesehatan dan gizi sebagai faktor penting pencegahan stunting.
Penelitian tersebut diketuai Shofiyatuz Zahro, S.Sos., M.Pd., dengan anggota Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., dan Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd. Tim peneliti menilai pemahaman orang tua menjadi salah satu kunci dalam menekan angka stunting, khususnya pada anak usia dini.
Pelaksana Tugas Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus memastikan hasilnya berdampak nyata di masyarakat.

Menurutnya, meskipun UNUSIDA tergolong perguruan tinggi yang relatif muda, kampus tersebut memiliki sumber daya manusia yang produktif dan berkomitmen mengembangkan penelitian aplikatif.
“Jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas adalah dengan berkolaborasi. Perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat solusi nyata di tengah masyarakat melalui penelitian yang berdampak,” kata Hadi.
Sementara itu, Ketua BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., menjelaskan dukungan penelitian ini bersumber dari anggaran pokok pikiran anggota DPRD Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan riset yang profesional, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Stunting masih menjadi prioritas di Jawa Timur dan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi. Karena itu, hasil penelitian diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis data ilmiah, khususnya terkait peningkatan pemahaman orang tua terhadap kesehatan dan gizi anak usia dini," paparnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



