TIMES SIDOARJO, PACITAN – SMPN 2 Pacitan memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Kamis (15/1/2026) dengan cara berbeda.
Melalui gerakan berbagi bertajuk 'Sedan Ijo', ratusan nasi bungkus beralas daun pisang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah titik di Pacitan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB itu melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga karyawan. “Sedan Ijo” sendiri merupakan akronim dari sedekah nasi bungkus daun ijo, yang sengaja dipilih sebagai simbol kesederhanaan dan kepedulian sosial.
Peringatan Isra Mikraj di sekolah tersebut juga diisi tausiyah oleh Ustad Anas Sugianto dari KUA Kecamatan Pacitan. Ia menegaskan bahwa makna Isra Mikraj tidak berhenti pada seremoni tahunan.

“Isra Mikraj mengajarkan ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan. Nilai itu akan terasa jika diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya lewat berbagi kepada sesama,” kata Ustad Anas.
Usai kegiatan di sekolah, paket “Sedan Ijo” didistribusikan ke sejumlah lokasi. Di antaranya Pondok Anak Yatim Desa Kayen, Pondok Pesantren Al-Anwar, Sekolah Luar Biasa (SLB), serta RSUD dr. Darsono Pacitan. Tukang becak di sekitar lingkungan sekolah juga menjadi sasaran penerima.
Pihak sekolah menyebut kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter. Siswa diajak mempraktikkan langsung nilai empati dan kepedulian sosial, bukan sekadar memahami materi keagamaan di ruang kelas.
Melalui kegiatan tersebut, SMPN 2 Pacitan berharap peringatan Isra Mikraj tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga membekas dalam sikap dan perilaku siswa sehari-hari. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Sedan Ijo Jadi Cara SMPN 2 Pacitan Maknai Isra Mikraj
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |