Kunjungi SMANOR Jatim, Mendikdasmen Wacanakan Kelas Khusus Olahraga di Sekolah Umum
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengunjungi SMANOR Jatim untuk meninjau pendidikan berbasis olahraga. Pemerintah berencana mereplikasi model ini secara nasional lewat kolaborasi dengan Kemenpora.
Sidoarjo – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri Olahraga Jawa Timur (SMANOR Jatim), Selasa (14/4/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung implementasi pendidikan berbasis olahraga yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Abdul Mu’ti mengapresiasi keberadaan SMANOR sebagai model pendidikan masa depan yang relevan dengan arahan Presiden RI dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, sekolah ini berhasil mengintegrasikan pembinaan atlet prestasi dengan pendidikan akademik secara sinkron.
“Ini salah satu model sekolah yang sesuai dengan arahan Bapak Presiden, yakni bagaimana kita menyiapkan anak-anak berprestasi, termasuk atlet nasional yang dibina sejak dini,” ujar Abdul Mu'ti.

Ia menilai, keunggulan SMANOR terletak pada kurikulum khusus dengan sistem pembelajaran fleksibel. Skema ini memungkinkan siswa tetap meraih capaian akademik optimal tanpa mengabaikan jadwal latihan yang padat.
Wacana Kelas Olahraga Nasional
Melihat keberhasilan model ini, Mendikdasmen menegaskan perlunya perluasan konsep serupa secara nasional. Pemerintah saat ini tengah menjajaki kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Kami sudah memulai pembicaraan awal dengan Menpora untuk menghadirkan kelas olahraga di sekolah-sekolah tertentu. Jadi, dalam satu sekolah bisa ada kelas khusus pengembangan bakat olahraga melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun mitra lainnya,” jelasnya.
Meski berpotensi besar untuk direplikasi, Abdul Mu’ti menekankan bahwa pengembangan di daerah lain tetap harus mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan dukungan anggaran lokal.
Dukungan Fasilitas dan Anggaran
Terkait dukungan pusat, Mendikdasmen menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut. Ia juga mencatat bahwa SMANOR sebelumnya telah menerima perhatian dari Wakil Presiden RI.
“Nanti kita lihat lagi bagian mana yang bisa dibantu untuk pengembangan ke depan,” imbuhnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, berharap perhatian pemerintah pusat dapat mempercepat optimalisasi 16 cabang olahraga di SMANOR. Ia menyebut peningkatan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak bagi performa siswa.
“Mendikdasmen meminta kami menyiapkan proposal, terutama untuk penambahan fasilitas. Beliau mengapresiasi model sekolah seperti ini,” kata Aries.

Salah satu prioritas utama adalah pembangunan kolam renang. Selama ini, atlet renang SMANOR masih harus berlatih di luar lingkungan sekolah, yang dinilai kurang efisien secara waktu.
“Lahan sudah ada, namun pembangunannya membutuhkan biaya besar. Jika fasilitas ini terwujud, pembinaan atlet tentu akan jauh lebih maksimal,” pungkas Aries. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

