TIMES SIDOARJO, SIDOARJO – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sidoarjo selama dua hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Hingga Senin pagi (5/1/2025), genangan air masih ditemukan di beberapa kecamatan, baik di wilayah selatan maupun kawasan perkotaan.
Di Kecamatan Tanggulangin, sedikitnya empat desa dilaporkan masih tergenang air. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Candi. Selain itu, banjir turut merendam Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Waru, yang menjadi salah satu jalur padat aktivitas warga.
Di Perumahan Wisma Tropodo, genangan air terpantau cukup tinggi. Ketinggian air mencapai sekitar lutut orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Sebagian memilih bertahan di dalam rumah karena akses jalan sulit dilalui.
Banjir tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi. Sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan pendapatan karena sepinya pembeli.
Taura, pedagang cimol pedas di kawasan Wisma Tropodo, mengatakan dagangannya sepi sejak banjir terjadi. Menurutnya, ketinggian air membuat warga enggan keluar rumah.
“Airnya tadi malam tinggi, sampai selutut. Orang-orang jadi malas keluar rumah. Biasanya ramai, sekarang pendapatan turun sekitar 50 persen,” ujar Taura saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut banjir di kawasan tersebut bukan kejadian baru. Setiap hujan deras turun, Wisma Tropodo kerap terdampak genangan air. Kondisi ini, kata dia, berpengaruh langsung terhadap penghasilan pedagang kecil.
“Harapannya ada solusi supaya banjir tidak terus berulang,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Siti, pedagang es di kawasan yang sama. Ia mengaku selalu merasa khawatir ketika hujan deras turun karena dagangannya dipastikan sepi.
“Kalau sudah banjir, orang malas keluar rumah. Jalan becek dan tergenang. Semoga saluran air bisa dicek dan diperbaiki,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menangani banjir yang kerap terjadi, khususnya di kawasan Wisma Tropodo dan wilayah rawan lainnya di Sidoarjo. (*)
| Pewarta | : Syaiful Bahri |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |