TIMES SIDOARJO, SIDOARJO – Di tengah wajah baru Alun-alun Sidoarjo yang kini menjadi magnet warga, persoalan sampah masih menjadi catatan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sidoarjo bersama mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) turun langsung menggelar aksi pungut sampah, Rabu (4/2/2026) malam.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB itu dipusatkan di area utama alun-alun. Ketua DPD Golkar Sidoarjo Adam Rusydi bersama jajaran pengurus dan mahasiswa menyusuri kawasan tersebut dan berhasil mengumpulkan sekitar 10 kantong plastik sampah.
Kepada TIMES Indonesia, Adam Rusydi mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menikmati wajah baru ruang publik tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan.
“Wajah baru Alun-alun Sidoarjo pascarevitalisasi dan dibuka beberapa hari lalu disambut sangat antusias oleh masyarakat. Kunjungan warga sangat tinggi. Namun, di sisi lain, persoalan sampah dan kesadaran kebersihan masih kurang. Ini menjadi perhatian serius,” kata Adam, Kamis (5/2/2026).
Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur itu menegaskan, aksi pungut sampah yang dilakukan bersama mahasiswa Umsida merupakan bagian dari edukasi publik agar ruang terbuka hijau tidak hanya dinikmati, tetapi juga dijaga.

“Ruang terbuka hijau yang sudah bagus ini tidak hanya dinikmati, tetapi harus dijaga kebersihannya agar tetap asri,” ujarnya.
Adam juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah. Menurutnya, persoalan lingkungan menjadi isu krusial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Masalah sampah memang krusial. Kemarin Bapak Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan bahwa semua instansi harus berperan membersihkan lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Selain itu, Adam mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta menghindari merokok di area alun-alun dan sekitarnya. Ia menyoroti banyaknya puntung rokok yang ditemukan selama aksi berlangsung.
“Kami mengajak teman-teman mahasiswa agar gerakan ini bisa menginspirasi anak muda lain dan para orang tua untuk peduli lingkungan. Ke depan, perlu aturan, pengawasan, dan teguran agar alun-alun tetap nyaman dan sehat bagi semua pengunjung,” harapnya.
Melalui keterlibatan mahasiswa, Adam berharap pesan kepedulian lingkungan dapat menjangkau lebih luas, khususnya generasi muda.
“Isu lingkungan harus terus diangkat. Ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi upaya membangun kesadaran bersama,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa Umsida, Cinta, mahasiswa semester VI Program Studi Administrasi Publik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan fasilitas Alun-alun Jayandaru yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah.
“Fasilitas publik ini menelan anggaran yang sangat besar. Sudah seharusnya dijaga bersama agar manfaatnya bisa dinikmati masyarakat Sidoarjo dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pengunjung agar tertib dan memiliki kesadaran dasar dalam menjaga kebersihan, terutama dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya akan sangat menentukan wajah dan kualitas lingkungan Alun-alun Sidoarjo,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Rudi Mulya |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |