TIMES SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo merenovasi 238 rumah warga hingga layak huni sepanjang tahun 2025. Program tersebut dijalankan melalui Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).
Ratusan rumah itu tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Program RLHB menyasar warga kurang mampu agar memiliki hunian yang aman dan sehat.
Data Baznas Sidoarjo menunjukkan jumlah rumah yang dibangun terus meningkat. Pada 2023 tercatat 128 unit. Angka tersebut naik menjadi 224 unit pada 2024. Pada 2025, realisasi mencapai 238 unit.
Selain renovasi rutin, RLHB 2025 juga difokuskan pada penanganan kondisi darurat akibat bencana. BAZNAS Sidoarjo membangun kembali 33 unit rumah warga yang mengalami atap ambruk.
Penanganan pascakebakaran juga dilakukan dengan membangun ulang 17 unit rumah warga yang terdampak. Program mitigasi bencana direalisasikan melalui relokasi satu unit rumah di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, dari kawasan rawan banjir tahunan di wilayah Kedungbanteng.
Baznas Sidoarjo juga menggandeng Baznas Provinsi Jawa Timur. Melalui sinergi tersebut, lima unit rumah berhasil direalisasikan.
Salah satu penerima manfaat adalah Kusen (70), perajin sayangan asal Desa Klurak, Kecamatan Candi. Ia sebelumnya tinggal seorang diri di rumah yang nyaris roboh.
Rumah Kusen rampung dibangun pada 23 Juli 2025. Kini, ia menempati hunian yang layak dan sehat.
Program RLHB turut diintegrasikan dengan aspek kesehatan lingkungan. Dari total 238 unit rumah, sebanyak 96 unit telah dilengkapi jamban sehat dan septic tank sesuai standar kesehatan.
Upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan penurunan angka stunting.
Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar menyampaikan bahwa program RLHB memberi dampak luas bagi masyarakat.
“Selain menghadirkan rasa aman bagi penerima manfaat, proses pembangunan rumah melibatkan tukang dan toko bangunan lokal di masing-masing kecamatan. Dana zakat ikut menggerakkan ekonomi masyarakat kecil,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026)
Sebaran 238 unit RLHB tahun 2025 meliputi Kecamatan Wonoayu sebanyak 25 unit, Tarik 23 unit, Tulangan 22 unit, Waru 19 unit, Sidoarjo 19 unit, dan Candi 17 unit.
Wilayah lainnya meliputi Porong 15 unit, Krian 14 unit, Taman 13 unit, Prambon 13 unit, Tanggulangin 12 unit, Balongbendo 10 unit, Sedati 9 unit, Sukodono 8 unit, Krembung 7 unit, Jabon 7 unit, Gedangan 4 unit, serta Buduran 1 unit.
Pria yang akrab disapa Gus Jazuk itu mengatakan capaian tersebut menjadi penutup tahun 2025 bagi Baznas Sidoarjo.
“Komitmen kami diwujudkan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (*)
| Pewarta | : Syaiful Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |