Koperasi di Sidoarjo Didorong Bangun Jaringan Usaha Berbasis Komoditas Rumput Laut
Kemenkop bersama pelaku Koperasi Rumput Laut di Sidoarjo (dok pribadi)

Koperasi di Sidoarjo Didorong Bangun Jaringan Usaha Berbasis Komoditas Rumput Laut

Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Komoditi Rumput Laut yang berlangsung pada 19-21 Agustus 2026.

TIMES Sidoarjo,Minggu 23 Agustus 2026, 16:04 WIB
610
R
Rudi Mulya

SIDOARJOKementerian Koperasi RI (Kemenkop RI) mendorong koperasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memperkuat jaringan usaha berbasis potensi komoditas lokal, salah satunya rumput laut.

Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Komoditi Rumput Laut yang berlangsung pada 19-21 Agustus 2026. 

Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) dan koperasi eksisting di Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah usaha rumput laut yang dikembangkan petani di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

 Melalui kegiatan tersebut, Kemenkop ingin mendorong koperasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung untuk memperbesar skala usaha.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Kemenkop, Cecep Setiawan, mengatakan penguatan jaringan menjadi penting karena sebagian KDMP masih memiliki skala usaha yang relatif kecil.

"Pasca kegiatan fasilitasi penguatan jaringan usaha koperasi berbasis komoditi unggulan, kami berharap ke depan koperasi KDMP ini bisa saling bekerja sama dalam meningkatkan skala usaha melalui koperasi existing," ujarnya.

Menurut dia, kerja sama antarkoperasi dapat menjadi cara untuk mengonsolidasikan berbagai potensi usaha yang selama ini masih tersebar.

"Selama ini memang koperasi KDMP itu dalam skala kecil. Kami memfasilitasi bagaimana satu kekuatan yang menjadi besar dalam satu wadah ekosistem yang lebih besar," kata Cecep.

Dengan skala usaha yang lebih besar, koperasi dinilai akan memiliki posisi yang lebih kuat ketika berhubungan dengan mitra bisnis.

"Ketika sudah besar, dalam melakukan pendampingan kepada mitra-mitra bisnisnya itu mungkin akan semakin lebih menjanjikan dibanding koperasi KDMP itu masing-masing," ujar Cecep.

Cecep melanjutkan jika lokakarya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman koperasi mengenai pentingnya jaringan usaha. Kemenkop juga melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan KDMP/KKMP.

Selain itu, koperasi didorong membangun relasi usaha dengan koperasi lain berdasarkan potensi lokal masing-masing.

Dari proses tersebut diharapkan terbentuk jaringan usaha antarkoperasi dan potensi koperasi sekunder melalui KDKMP HUB.

"Artinya tetap semangat dan tindak lanjuti apa yang sudah menjadi kesepakatan KDMP dalam lokakarya ini," kata Cecep didampingi Arief Legowo, Kabid Renbang Akselerasi Jaringan Usaha, serta Toni Kristiastomo, Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi.

Ia menambahkan, kesepakatan yang telah dibangun selama kegiatan selanjutnya dapat dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) maupun letter of intent (LoI).

"Langkah tersebut diharapkan menjadi awal bagi koperasi untuk merealisasikan kerja sama usaha secara lebih konkret. Tiga Koperasi Jadi Mentor," jelasnya.

Dalam rangka memperkuat kapasitas koperasi peserta, Kemenkop melibatkan tiga koperasi berpengalaman sebagai mentor. Ketiganya yakni Koperasi Sumber Mulyo, Koperasi Agar Makmur Sentosa (AMS), dan Koperasi Jeeva.

"Ketiga koperasi tersebut berbagi pengalaman mengenai pengelolaan usaha, tata kelola koperasi, hingga pengembangan jaringan bisnis," papar Cecep.

"Pendampingan ini diharapkan dapat membantu koperasi peserta meningkatkan kapasitas pengurus dan mengembangkan usaha secara lebih profesional," imbuhnya.

Cecep melanjutkan nilai usaha yang didapat melalui MOU antar-KDMP tercatat sekitar Rp1,795 miliar.

Sementara itu, MOu KDKMP dengan Koperasi Jeeva sekitar Rp321,7 juta, MOu Kdkmp dengan Sumber Mulyo Rp19,8 juta, dan MOu Kdkmp dengan Koperasi Agar Makmur Sentosa sekitar Rp2,203 miliar

"Potensi tersebut menjadi salah satu modal untuk membangun jaringan usaha yang lebih besar melalui kolaborasi antarkoperasi," ungkapnya.

Menurut Cecep, Kemenkop berharap hasil lokakarya tidak berhenti pada kegiatan pertemuan semata. Kesepakatan antarkoperasi diharapkan segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama bisnis sehingga terbentuk ekosistem koperasi yang saling menguatkan. 

"Melalui penguatan jaringan tersebut, koperasi diharapkan mampu menggabungkan potensi yang dimiliki, memperluas pasar, meningkatkan skala usaha, serta menjadikan komoditas lokal seperti rumput laut sebagai bagian dari penggerak ekonomi masyarakat Sidoarjo," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rudi Mulya
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.