Waspada Penipuan Atas Nama Bupati Sidoarjo, Modus Minta Dana Lewat WhatsApp
Waspada penipuan mencatut nama Bupati Sidoarjo Subandi jelang Idul Fitri. Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo hampir jadi korban pemerasan Rp50 juta.
SIDOARJO – Masyarakat Kabupaten Sidoarjo diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang Idul Fitri. Pasalnya, muncul kembali modus penipuan yang mencatut nama Bupati Sidoarjo, Subandi, untuk meminta uang hingga puluhan juta rupiah.
Percobaan penipuan tersebut dialami Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo, Dodi Dhiyauddin. Ia hampir menjadi korban setelah dihubungi seseorang yang mengaku sebagai orang dekat Bupati.
Dodi menceritakan, awalnya ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai asisten Bupati bernama “Pak Diky”. Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.15 WIB, ia menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengklaim sebagai Bupati Subandi.
Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta Dodi menjauh dari keramaian dan berbicara secara rahasia. Pelaku kemudian menyampaikan maksudnya, yakni meminta bantuan dana sebesar Rp50 juta dengan dalih keperluan pribadi.
Merasa ada yang janggal, Dodi tidak langsung percaya. Ia menilai suara penelepon berbeda dengan suara asli Bupati. Selain itu, logat yang digunakan pelaku terdengar bukan dialek khas Sidoarjo.
Kecurigaan semakin kuat ketika pelaku mengirimkan nomor rekening melalui WhatsApp. Rekening tersebut tercatat atas nama Della Pujianti di Bank BRI, bukan atas nama pribadi Bupati maupun instansi resmi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Tak berhenti di situ, pelaku sempat mencoba meyakinkan korban melalui panggilan video (video call). Namun, saat panggilan berlangsung, pelaku tidak berani menampilkan wajahnya di kamera.
“Alhamdulillah saya tidak percaya dan tidak sempat mentransfer uang tersebut,” ujar Dodi, Selasa (3/3/2026).
Respons Bupati Sidoarjo
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa nomor yang digunakan pelaku bukanlah nomor pribadinya. Ia memastikan identitas tersebut palsu meski pelaku menggunakan foto profil dirinya.
Menurut Subandi, modus yang kerap digunakan pelaku adalah menjanjikan bantuan pemerintah, lalu meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau kepentingan tertentu.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sidoarjo agar tidak mudah percaya jika ada telepon atau WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati, apalagi sampai meminta transfer uang,” tegasnya.
Subandi menekankan, mekanisme pemberian bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selalu melalui prosedur resmi berbasis proposal. Tidak ada pemberian bantuan tanpa mekanisme yang jelas, apalagi sampai meminta uang kepada masyarakat.
Menjelang Idul Fitri, ia mengingatkan bahwa aksi penipuan cenderung meningkat karena pelaku memanfaatkan momen kebutuhan masyarakat yang tinggi.
“Gunakan ponsel dengan bijak dan selalu lakukan kroscek melalui jalur resmi. Jangan sampai masyarakat kita menjadi korban,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




