Gebyar Literasi Anak Sidoarjo: Mewarnai Sambil Mengenal Sejarah Candi Pari dan Budaya Menabung
Anak-anak di Kabupaten Sidoarjo antusias mengikuti kegiatan gebyar literasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Syaiful Bahri/TIMES Indonesia)

Gebyar Literasi Anak Sidoarjo: Mewarnai Sambil Mengenal Sejarah Candi Pari dan Budaya Menabung

Peringati Harjasda ke-167, anak-anak Sidoarjo belajar sejarah Jaka Pandelegan dan makna ikon udang-bandeng lewat kegiatan mewarnai Gebyar Literasi Anak yang seru.

TIMES Sidoarjo,Selasa 3 Februari 2026, 20:51 WIB
10.9K
S
Syaiful Bahri

SidoarjoAnak-anak di Kabupaten Sidoarjo dikenalkan pada nilai sejarah dan kearifan lokal melalui kegiatan mewarnai bertajuk Gebyar Literasi Anak.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa kelompok bermain, taman kanak-kanak, hingga siswa SDN Pucang 3 Sidoarjo. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, SP., MM., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai sejarah sejak usia dini.

Ia menjelaskan, budaya menabung telah dikenal masyarakat Sidoarjo sejak masa lampau. Hal itu tercermin dari kisah Jaka Pandelegan yang menabung padi di kawasan Candi Pari, Kecamatan Porong.

“Nilai dan tradisi rajin menabung perlu diwariskan kepada anak-anak agar sejak dini mereka terbiasa menabung,” kata Erna, Selasa (3/2/2026).

Selain pengenalan sejarah, kegiatan mewarnai juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas daerah. Anak-anak diajak mengenal simbol Kabupaten Sidoarjo melalui huruf “S”.

article

Erna menyebut, huruf tersebut divisualisasikan dari bentuk udang dan bandeng yang menjadi ikon khas Sidoarjo.

“Harf ‘S’ berasal dari bentuk udang dan bandeng. Dengan cara yang menyenangkan, anak-anak lebih mudah memahami identitas daerahnya,” ujarnya.

Kegiatan Gebyar Literasi Anak juga dimeriahkan kehadiran Yuk Cilik Sidoarjo, Desmilana Tenri Zhafeera. Ia turut mendampingi dan memberi semangat kepada para peserta.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan berbagai potensi budaya dan pariwisata Sidoarjo. Di antaranya Wisata Bahari Tlocor, Industri Tas dan Koper Tanggulangin, Candi Dermo, Pulau Lusi, Candi Pari, hingga Museum Mpu Tantular.

Erna berharap literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca. Namun juga sebagai sarana menanamkan karakter, nilai sejarah, dan kecintaan terhadap daerah.

“Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun generasi yang literat, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.