UMKM Topi Sidoarjo Sepi Pesanan Lokal, Bupati Subandi Kecewa Sekolah Justru Belanja ke Luar Daerah
Bupati Sidoarjo Subandi saat sidak pelaku UMKM pengrajin topi di Desa Punggul Kecamatan Gedangan. (Foto: Dok. Kominfo Sidoarjo)

UMKM Topi Sidoarjo Sepi Pesanan Lokal, Bupati Subandi Kecewa Sekolah Justru Belanja ke Luar Daerah

Bupati Sidoarjo Subandi sidak perajin topi di Gedangan yang justru laku di Balikpapan tapi ditolak sekolah lokal. Pemkab segera panggil Dinas Pendidikan.

TIMES Sidoarjo,Jumat 24 April 2026, 18:20 WIB
741
S
Syaiful Bahri

SidoarjoIroni tengah menyelimuti pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Di tengah tingginya kebutuhan perlengkapan sekolah, perajin topi lokal justru lebih banyak menerima pesanan dari luar daerah dibandingkan dari wilayah sendiri.

Fuad, pemilik Master Konveksi di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, mengungkapkan minimnya pesanan dari sekolah-sekolah di Sidoarjo menjadi kendala utama pengembangan usahanya. Meski telah berupaya melakukan pemasaran langsung ke sejumlah sekolah, hasilnya belum berbuah manis.

“Pernah mencoba memasarkan, tapi ditolak. Pernah juga contoh produk diterima, tapi tidak ada kelanjutan. Hanya dijanjikan akan dihubungi kembali,” ujar Fuad saat ditemui di rumah produksinya, Jumat (24/4/2026).

Padahal, Fuad menjamin kualitas produknya mampu bersaing dengan pabrikan besar. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersedia turun tangan untuk menjembatani produk UMKM lokal agar bisa masuk ke instansi pendidikan di wilayah sendiri.

Bupati Sidoarjo Beri Teguran Keras

Kondisi ini mendapat respons langsung dari Bupati Sidoarjo, Subandi. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi usaha Master Konveksi, Subandi mengaku kecewa mendapati fakta bahwa pesanan topi justru didominasi dari luar pulau.

“Warga Sidoarjo mestinya beli di Sidoarjo. Kok ini malah pesanan dari SMA Negeri Balikpapan yang masuk. Ini ironis,” tegas Subandi dengan nada kecewa.

Subandi menyoroti potensi pasar yang sangat besar di Sidoarjo, mengingat terdapat lebih dari seribu satuan pendidikan di wilayah tersebut. Menurutnya, mendukung UMKM lokal adalah langkah konkret untuk menjaga perputaran ekonomi tetap berada di daerah dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Langkah Pemkab: Panggil Dinas Pendidikan

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sidoarjo akan segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta para kepala sekolah.

“Kami akan panggil Dinas Pendidikan untuk dirapatkan. Kepala sekolah juga diharapkan hadir. UMKM lokal harus kita angkat kelasnya,” tambahnya.

Selain akses pasar, Subandi juga berjanji akan memperkuat pendampingan terkait legalitas usaha. Pemkab berkomitmen mengawal pengurusan izin agar pelaku UMKM lebih mudah mengakses permodalan dan program bantuan pemerintah.

“Izin-izin UMKM akan kita bantu kawal agar mereka segera memiliki legalitas yang kuat,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sidoarjo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.